Mengenal Pohon Penghasil Gaharu

Secara botanis pohon penghasil gaharu berasal dari divisi Spermatophyta, class dycotyledon, subclass Archichlamydae, dengan tiga family yaitu : Thymeleaceae, Euporbiaceae, dan Leguminoceae. Dari tiga family tersebut, terdapat tujuh genus tanaman gaharu yang sudah diidentifikasi, yaitu : Aquilaria, Aetoxylon, Delbergia, Enkleia, Excpccaria, Gonystylus, Grynops, dan Wiekstroemia (Sumarna, 2009).

  1. Aquilaria sp.

Pohon gaharu ini sering disebut sebagai gaharu sirsak oleh orang papua. Ciri-ciri tanaman nya sebagai berikut : Batang pohon imi tinggi hingga mencapai 35-40 m, berdiameter sekitar 60 cm, kulit batang licin, berwarna putih atau keputih-putihan, dan berkayu keras.

gaharu-1

Batang Pohon Gaharu Aquilaria malacensis

Daunya memiliki ciri yaitu : panjang 5-8 cm dan lebar 3-4 cm, dengan ujung meruncing dan berwarna hijau mengkilap. Sementara bunga pohon gaharu ini berada diujung ranting atau diketiak bawah atai atas daun. Buah yang dihasilkan berbentuk bulat telur atau lonjong, dengan ukuran yaitu panjang 5 cm dan lebar 3 cm. Bijinya berbentuk bulat atau bulat telur, yang tertutup bulu-bulu halus berwarna kemerahan.

a-becariana

Daun, Biji dan Buah Aquilaria beccariana

Adapun, Aquilaria malacensis  yang tumbuh di wilayah potensial, mempunyai tinggi pohon yang dapat mencapai 40 m dan diameter 80 cm. Berbeda dengan malacensis, jenis Aquilaria microcarpa memiliki ukuran yang berbeda, yaitu : tinggi 35 meter dan berdiameter 75 cm. Sementara jenis filaria mempunyai tinggi batang 15-18 m dan berdiameter 50 cm. Masyarakat Papua menyebut tanaman gaharu ini age, sedangkan di Maluku disebut sebagai las.

2. Aetoxylon sp.

Gaharu jenis ini dikenal sebagai kayu biduroh, laka, gaharu laka, gaharu buaya, dan palabayan. Pohon gaharu ini mempunyai ciri yaitu : pohoh dengan rataan tinggi sekitar 15 m, berdiameter antara 25-75 cm, kulit batang keabu-abuan atau kehitam-hitaman dan bergetah putih. Bentuk daunya bulat telur,lonjong, licin dan mengkilap. Tanaman gaharu ini mempunyai buah yang membulat, dengan panjang sekitar 3 cm dan lebar 2 cm, serta tebal 1 cm. Aetoxylon tumbuh pada kawasan hutan dataran rendah, dengan lahan kering berpasir,  beriklim sedang, dengan curah hujan sekitar 80%.

3. Gonystylus sp.

genotylus-bancanus

Gonystilus sp

Tanaman ini memiliki ciri dan sifat morfologis yaitu : tinggi dapat mencapai 45 cm dan berdiameter antara 30-120 cm. Memiliki tajuk tipis dan berakar napas (rawa). Daunnya licin dan berwarna hijau-kehitaman. Selain tiu, tulang daun tunggal, berbentuk bulat telur, dengan panjang 4 -15 cm dan dengan lebar 2-7 cm. Ujung daunnya runcing dan mempunyai ukuran tangkai 8-18 mm. Sementara, bunga gaharu ini berbentuk malai berlapis dua, yang muncul diujung ranting atau di ketiak daun, berwarna kuning dan mempunyai tangkai yang berukuran sekitar 1,5 cm. Buahnya keras dan berbentuk bulat telur, dan berukuran 4-5 cm dan 3-4 cm. Dalam buah tersebut, terdapat 3 ruang dan terdapat biji berwarna hitam. Gaharu dari pohon ini, umunya terbentuk dalam bekas taksis duduk cabang, sehingga jika dipanen, bentuknya berupa bulatan-bulatan. Nama lain dari gaharu ini adalah karas, garu, halim, mengkaras, garu pinang, sirantih.

4. Enklea sp.

Tanaman penghasil gaharu ini berbeda dengan lainnya dan unik. Hal ini karena tanaman ini bukan sejenis pohon, namun berupa liana atau tumbuhan memanjat. Cirinya sebagai berikut : panjang hingga 30 m dan berdiameter 10 cm. Batangnya kemerah-merahan dan beranting serta memiliki alat pengait. Bunganya berada diujung ranting, dengan panjang tangkai bunga yaitu mencapai 30 cm. Warna bunganya putih atau kekuningan. Sementara, buah tanaman ini berbentuk bulat telur dengan panjang dan lebar yaitu 1,25 cm 0,5 cm. Tumbuhan ini dikenal dengan nama daerah yaitu : tirap akar, akar dian, akar hitam, garu cempaka, garu pinang, ki laba, medang karang, bunta, garu buaya, dan udi makiri.

enklea

Jenis Enklea sp

5. Wiekstroemia sp

Tanaman gaharu ini berbentuk semak, dengan tinggi dan diameter batang 7 meter dan dan 7,5 cm. Ranting batang berwarna kemerah-merahan atau kecoklatan. Selain itu, daun tanaman ini berbentuk bulat telur atau elips, yang mempunyai panjang dan lebar yaitu 4-12 cm dan 4 cm. Helai daunnya tipis dan licin dipermukaannya dan bertangkai daun dengan panjang 3 cm. Sementara, tanaman ini mempunyai bunga yang tumbuh pada ujung ranting atau ketiak daun, serta berbentuk malai. Tiap malai menghasilkan 6 bunga yang berwarna kuning, putih kehijauan atau putih. Bunga ini mempunyai mahkota yang lonjong atau bulat telur dengan panjang 8 mm dan lebar 5 mm dan berwarna merah. Gaharu yang dihasilkan dari tanaman ini dikenal sebagai gaharu layak dan pohon pelanduk, kayu lingu, menameng atau terentak.

6. Grynops sp.

Tanaman gaharu jenis ini mempunyai pohon dengan ciri morfologis yang hampir sama dengan kelompok anggota Thymeleceae lainnya.

grynops

Grynops sp

7. Dalbergia

Sebagai salah satu dari anggota famili leguminoceae, ternyata, hanya ditemukan satu jenis dari gaharu ini, yaitu : Dalbergia parvifolia. Tumbuhan ini bertipe memanjat (liana) dan produk gaharunya kurang disukai pasar (Sumarna, 2009)

8. Excoccaria sp

exorcarcca

Excoccaria agaloccha

Genus ini juga hanya satu jenis saja, yaitu Exocaccria agaloccha, yang termasuk dalam familli Euphorbiaceae. Tanaman ini tergolong dalam tumbuhan tingkat tinggi dan mempunyai ketinggian antara 10-20 m, serta berdiameter sekitar 40 cm. Gaharu yang dihasilkan dari tanaman ini juga kurang disukai.

Dari 9 genus diatas, terdapat sekitar 27 jenis yang bisa dikelompokkan, seperti pada tabel berikut :

No Nama Botanis Famili Daerah Penyebaran
1 Aqularia malacensis Thymeleaceae Sumatera, Kalimantan
2 Aquilaria hirta Thymeleaceae Sumatera, Kalimantan
3 Aquilaria filarial Thymeleaceae Nusa Tenggara, Maluku, Papua
4 Aquilaria microcarpa Thymeleaceae Sumatera, Kalimantan
5 Aquilaria agalloccha Roxb Thymeleaceae Sumatera, Jawa, Kalimantan
6 Aquilaria beccariana Thymeleaceae Sumatera, Kalimantan
7 Aquilaria secundana Thymeleaceae Maluku, Papua
8 Aquilaria moszkowskii Thymeleaceae Sumatera
9 Aquilaria tementosa Thymeleaceae Papua
10 Aetoxylon sympethalum Thymeleaceae Kalimantan, Papua
11 Enkleia malacensis Thymeleaceae Papua, Maluku
12 Wikstroemia poliantha Thymeleaceae Nusa Tenggara, Papua
13 Wikstroemia tenuriamis Thymeleaceae Sumatera, Bangka, Kalimantan
14 Wikstroemia andresaemofilia Thymeleaceae Kalimantan, NTT, Papua, Sulawesi
15 Gonystylus bancanus Thymeleaceae Bangka, Sumatera, Kalimantan
16 Macrophyllus Thymeleaceae Nusa Tenggara, Papua
17 Grynops cumingiana Thymeleaceae Nusa Tenggara
18 Grynops rosbergii Thymeleaceae NTT, NTB
19 Grynops versteegii Thymeleaceae Maluku, Halmahera
20 Grynops moluccana Thymeleaceae Sulawesi Tengah
21 Grynops decipiens Thymeleaceae Papua
22 Grynops ledermanii Thymeleaceae Papua
23 Grynops salicifolia Thymeleaceae Papua
24 Grynops audate Thymeleaceae Papua
25  Grynops podocarpus Thymeleaceae Papua
26 Dalbergia farviflora Leguminoceae Sumatera, Kalimantan
27 Exccocaria agaloccha Euphorbiaceae Jawa, Kalimantan, Sumatera

Jenis-jenis ini tersebar pada berbagai ekosistem hutan, baik di hutan dataran rendah, pegunungan maupun hutan rawa gambut Indonesia. Rata-rata tempat tumbuh tanaman penghasil gaharu di Indonesia, mempunyai karakter, yaitu : ketinggian antara 0-2400 meter dpl, tipe iklim A atau B, dengan paramenter suhu udara antara 28 ºC hingga 34 ºC, kelembaban antara 80%-90%, dan dengan curah hujan 1000->2000 mm/tahun. Lahan tempat tumbuh tanaman ini memiliki variasi kondisi stuktur tanah dan tekstur yaitu : berlempung, lempung berpasir dan bebatuan dan liat. Selain itu, kondisi tanah juga harus remah baik pada lahan dengan kesuburan tinggi, sedang hingga lahan-lahan ekstrim.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s