Mengapa Essential Oil Mahal?

Image result for expensive

am-insider.com

Essential oil atau minyak atsiri merupakan minyak yang sangat bermanfaat. Saat ini, dengan adanya trend back to nature, banyak masyarakat mulai tertarik minyak atsiri sebagai bentuk produk alami. Mengapa harus essential oil? Hal ini karena minyak ini bersifat therapy pada aromanya. 

Dalam satu Essential oil, terdapat sejumlah komponen kimia yang multi manfaat. Misalnya, dalam minyak lemon, terkandung senyawa lemonene dan geraniol yang mempunyai kemampuan terapi, seperti : sebagai anti bakteri, anti oksidant, dan tonik kulit. Hebatnya, pemakaian minyak atsiri tidak menimbulkan ketergantungan. 

Beberapa pakar herbal bahkan berpendapat bahwa kemampuan essential oil lebih baik dan efektif, jika dibandingkan dengan mengonsumsi herbal seperti jamu. Hal ini karena essential oil adalah konsetrat tinggi, sehingga penggunaanya harus sesuai takaran yang dianjurkan. Berdasarkan standar internasional, anjuran penggunaan essential oil yaitu 0.03%.

Terkait dengan wujud essential oil yang berupa konsentrat tersebut, tentunya hal ini sangat mungkin membuat harganya cukup mahal. Sebagai contoh, untuk mendapatkan minyak nilam sebanyak 1 kg, kita harus menyuling sebanyak 50 kg bahan baku minyak nilam. Oleh karena itu, essential oil adalah minyak alami yang sangat bernilai ekonomi tinggi ditiap tetesannya.

Nah, berikut keterangan lengkap faktor yang menyebabkan harga essential oil mahal

  • Bahan Baku

Bahan baku atau bahan penghasil minyak atsiri dapat berasal dari akar, batang dan kulit batang, daun, biji, dan bunga. Minyak atsiri yang berasal dari akar termasuk minyak atsiri yang mahal. Hal ini karena minyak ini adalah minyak langka. Salah satu minyak atsiri yang sumber bahan bakunya berasal dari akar adalah vetiver oil atau akar wangi. Minyak ini hanya dihasilkan oleh dua negara, yaitu : Indonesia dan Tahiti. 

Minyak atsiri yang berasal dari daun, mempunyai banyak jenis dan termasuk minyak yang banyak dihasilkan, seperti : minyak kayu putih (cajuput oil), nilam (patchouli oil), sereh wangi (citronella), cengkeh (clove leaf), serai dapur (lemongrass oil). Minyak-minyak ini biasanya mempunyai harga yang cukup terjangkau. Sementara, minyak atsiri yang berasal dari biji, seperti minyak biji pala (nutmeg oil), juga termasuk jenis minyak yang mahal.  Sama halnya juga dengan minyak lada hitam dan cardamon. 

Harga minyak atsiri yang paling dahsyat adalah yang berasal dari bunga-bungan dan kayu-kayuan. Untuk minyak atsiri bunga-bungaan, terutama yang diekstrak dengan cara enflurasi. Contoh minyak atsiri ini adalah : absolut mawar, absolut melati, absolut cananga, absolut frangipany, absolut chamomile. dan lain-lain. Harga minyak ini dapat menembus angka Rp. 200.000.000 per kg atau per liter. Sedangkan, minyak atsiri dari kayu-kayuan dan kulit kayu menempati urutan kedua. Misalnya untuk minyak atsiri gaharu (agarwood oil or oud), mempunyai harga yaitu berkisar antara Rp. 120.000.000 dan 150.000.000 per kg. Bahkan dapat lebih dari itu.

Terkait dengan bahan baku, harganya tergantung dari sumber penghasilnya. Biasanya, harga bahan baku yang paling mahal yaitu dari sumber kayu-kayuan, seperti cendana dan gaharu. Sementara, bunga-bungaan mempunyai harga yang terjangkau. Akan teteapi, bahan baku tersebut harus disuling dalam jumlah ton-tonan untuk setiap kali produksi 1 kg minya saja.

Tahu kah teman-teman? Untuk minyak nilam (patchouli oil), harga bahan bakunya dapat mencapai Rp. 10.000 per kg. Sementara, untuk bahan baku minyak pala, harganya dapat mencapai Rp. 40.000 per kg.

  • Rendemen Minyak Atsiri 

Faktor rendemen merupakan faktor terbesar dalam bisnis atsiri. Apa itu rendemen minyak atsiri? Rendemen atau yield adalah jumlah minyak dari total bahan baku. Rendemen menggunakan satuan persen (%). Semakin tinggi nilai rendemen yang dihasilkan, menandakan nilai minyak asiri yang dihasilkan semakin banyak. Untuk mengetahui rendemen minyak dari bahan yang kita suling, caranya yaitu : minyak yang diperoleh, dibagi dengan jumlah total bahan baku yang diproses. 

Tidak semua bahan baku mempunyai rendemen minyak yang tinggi. Bahkan, ada yang hanya mengandung 0.03% hingga 0,5% saja. Misalnya pada minyak bunga melati yang memiliki rendemen minyak sebesar 0.05%. Untuk mendapatkan 1 kg minyak atsiri ini,  harus memproduksi atau menyuling sebanyak 10 ton bahan baku. Luar biasa kan? Jika harga bahan bakunya 5000 per kg, biaya produksi yang dibutuhkan cukup besar. Belum lagi ditambah dengan peralatan dan biaya tenaga kerja. Jadi, jika ada yang jual minyak melati dengan harga sebesar Rp 5000 atau rp.10.000 per botol 10 ml dan dibilang murni, itu sangat tidak mungkin.

  • Unit Alat dan Tenaga Kerja

Bahan baku dan tenaga kerja adalah modal produksi yang tidak dapat dihindari. Untuk alat, minyak atsiri umumnya disuling dengan 3 metode, yaitu metode uap langsung (steam distillation), water distillation (rebus) dan water-steam  (kukus). Harga alat-alat ini termasuk mahal bisa mencapai Rp. 200.000.000 per unit. Di Indonesia, Rata-rata bahan bakar yang digunakan dalam proses penyulingan adalah kayu bakar. Harga kayu bakar ini termasuk lumayan, walaupun penyulingannya di desa. 

Sementara, untuk tenaga kerja, honornya tergantung dari tempat dimana penyulingan itu didirikan. Para pekerja ini biasanya dibayar per setiap kali suling minyak. Harganya berkisar Rp. 35.000.000 hingga Rp. 2o0.000,-

tungku-penyulingan-nilam

Unit penyulingan

Demikian, Semoga informasi ini bermanfaat. Untuk daftar harga minyak atsiri kami, silahkan buka di MIKALA SHOP.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s