Essential Oil Yang Sama seperti Wine

Mungkin banyak diantara kita yang telah kenal dengan Wine. Yup, minuman beralkohol satu ini memang unik, karena semakin bertambah usia atau aging, harganya semakin mahal. Tak heran jika banyak orang-orang kaya mengoleksi minuman ini dan disimpan dalam waktu lama untuk mendapatkan nilai dan harga yang tinggi. Ada beberapa masyarakat menengah ke atas di Benua Eropa dan Amerika yang menjadikan “brankas tua” berupa koleksi minuman anggur atau wine ini dalam berbagai usia simpan.

images.jpg

Red Wine (sumber : google)

Beberapa pakar wine menyatakan bahwa semakin lama usia simpan wine, aroma dan rasanya semakin enak dan bernilai ekonomi tinggi. Dalam seni meminum wine, semakin tua suatu wine, semakin berkelas.

Sama seperti wine, ternyata ada beberapa essential oil yang mempunyai karakter yang sama dengan wine diatas. “Semakin tua, semakin mahal dan aromanya semakin enak”. Walaupun rata-rata minyak essential selalu enak dan beraroma lebih kalem ketika disimpan dalam waktu lama, beberapa essential oil berikut selalu diminta dan diminati dalam bentuk aging, yaitu : gaharu (agarwood), akar wangi (vetiver), cendana (sandalwood), nilam (patchouli), dan kenanga (cananga).

Mungkin karena minyak-minyak diatas banyak digunakan dalam parfum, sehingga dikehendaki aroma “tuanya”.

Terutama untuk minyak gaharu (agarwood). Minyak ini adalah minyak mahal dan unik, serta lebih mirip wine. Semakin di aging, aromanya menjadi semakin “enak” dan sangat berpengaruh kepada fungsinya yaitu sebagai fiksatif dalam campuran parfume.

Pengalaman saya menjual minyak gaharu diatas kepada pelanggang kami yang berasal dari Timur tengah, adalah mereka selalu menginginkan minyak gaharu yang sudah aging. katanya sih lebih enak aromanya dan dayatahan aromanya semakin lama.

keunikan gaharu ini pun sangat terlihat ketika diuji coba. Pernah saya dan beberapa rekan melakukan uji coba untuk perubahan aroma, sama seperti yang selalu dilakukan oleh pelanggang ketika hendak membeli minyak ini. Minyak gaharu di oles pada beberapa bagian lengan tangan. Uji aromanya selama beberapa menit. Ternyata, minyak yang pertama kali dioleskan ke kulit mengalami perubahan aroma dan dintensitas, dibanding dengan yang baru dioleskan kekulit. luar biasa dan unik hehe..

Banyak orang timur tengah yang mempunyai kebiasaan gak mandi. Jadi, gaharu digunakan sebagai pengganti mandi dan sebagai pewangi alami yang dapat bertahan selama 2 hari. Sehingga, Kebiasaan orang arab ketika memakai minyak gaharu adalah langsung dioleskan ke kulit sebagai pengharum tubuh dan “sabun”.

Untuk minyak lainnya, terutama cendana, agingnya pun diperhitungkan. Begitu juga dengan nilam (patchouli). Walaupun sebenarnya yang dilihat dan dibeli dari kedua minyak ini adalah kadar alfa santalol dan patchoulinya.

IMG_20170616_135951.jpg

Sandalwood oil (santalum album)

Khusus nilam, warna minyak ini cukup berpengaruh di pasar. Sehingga kadang penyuling mengatakan, semakin lama daun nilam kering disimpan, minyak hasil sulinganya akan semakin hitam dan pekat.

Tidak seperti minyak-minyak diatas, minyak-minyak berikut ternyata jika disimpan dala waktu lama aromanya malah semakin tidak enak. Minyak-minyak ini seperti minyak citronella (minyak serai wangi) dan minyak jeruk purut. Karena kedua minyak ini disuling dalam keadaan segar bahan baku dan aroma yang dikehendaki adalah fresh. Jadi, memang tidak cocok untuk di aging.

Demikian guys.. semoga info ini bermanfaat.

Eh, mau pesan minyak cendana? Kontak langusung ya ekeh atau bisa juga kunjungi toko online kami di instagram @mikala_aromatica. Ditunggu ya gan 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s